Agu 25 2008
499 Donasi Buku dari Golda
Dalam pengantarnya melalui telpon, Paman menyebut semua bukunya berukuran kira-kira 4×4x4. Saya tak menanyakan satuannya, lagi pula saya pikir itu sekedar ungkapan bahwa koleksi bukunya sangat banyak. Pikir saya, sepertinya sangat tak mungkin satuannya dalam meter. Mana mungkin koleksi pribadi sebanyak itu? Sangat mustahil bukan?
Maka kami berangkat berlima cuma naik angkot 44 dari Sarinah. Miko yang jadi penunjuk jalan, lainnya: Sam Hedi, Yudi, Mita dan saya sendiri mengikuti saja. Di depan Seskoal Tanah Kusir Miko mengajak kami turun. Sebenarnya lebih dekat Kebayoran daripada Tanah Kusir, kata Miko. Selanjutnya disambung sekali lagi naik angkot dan turun didepan jalan Peninggaran. Dari mulut gang, kami berjalan kira-kira 200 meter barulah sampai di rumah yang dituju. Sebuah rumah baru modern dengan halaman yang luas.
Rupanya sang tuan rumah sudah menanti kedatangan kami. Begitu membuka pintu, kami langsung terbengong-bengong. Lha bagaimana tidak?. Berkardus-kardus bukunya bukan lagi berukuran 4×4x4 meter, namun memenuhi hampir semua sudut rumahnya. Mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, garasi mobil, sela-sela kulkas, hingga dapur. Praktis tak ada ruang luas tersia. Wow!
Bermacam-makan buku ada disitu. Novel, ensiklopedi, handbook, jurnal, travel guide, kamus, hingga komik. Itu pun dalam beberapa bahasa. Inggris, Perancis, Italia, Hongaria, China, Jepang dan entah apa lagi.
Golda kemudian bercerita, buku-buku itu sebenarnya koleksi mamanya (yang kelahiran Hongaria) dari sebelum lahir dia. Kira-kira sudah 27 tahun keluarga itu mengumpulkannya. Pantas saja sewaktu Paman menelpon, beliau juga menyampaikan permintaan oleh tuan rumah untuk meminta bantuan tenaga menyortir buku-buku yang akan disumbangkan.
Saya sendiri tak bisa berkata-kata begitu takjubnya. Buku sebegitu banyak bagaimana cara menyortirnya? Wah, bisa berhari-hari itu.
Namun kekhawatiran itu tidak terjadi. Rupanya tuan rumah sudah mempersiapkan sebelumnya, sudah ada bertumpuk-tumpuk buku yang siap disumbangkan. Dia cuma meminta kami mengecek ulang buku-buku tersebut. Kata kuncinya: novel dan berbahasa inggris. Dan dalam waktu singkat, kami sudah berhasil menyortir 12 kardus besar-kecil berisi 499 buku.
Selanjutnya, masalah baru muncul. Bagaimana caranya mengangkut buku sebanyak itu? Naik taksi pun pasti tak mudah membawa buku sebanyak itu.
Untunglah, lagi-lagi kami dipayungi keberuntungan, si enerjik Dahlia dan Fitra yang membawa mobil MPV bergabung dengan kami. Setelah ngobrol-ngobrol sejenak dengan tuan rumah, segeralah bagian belakang mobil itu kami penuhi dengan buku-buku. Dan kami berlima umpel-umpelan di jok bagian tengah yang seharusnya cuma cukup untuk bertiga. Yah, lumayan buat pemanasan mudik lebaran. hehehe
Dan jangan lupa!!! Minggu depan masih ada yang harus disortir. Jadi, bergabunglah bersama kami.
Cerita lainnya ada di sini.






mantap, 17 tahun mengumpulkan buku.
dan syukurlah buku buku itu [setelah cukup lama disimpan] akan segera memenuhi takdirnya, yakni dibaca lagi oleh orang orang.
terima kasih buat mbak golda. dan salut buat kawan kawan semua.
Wow…Salut.
Semoga kami bisa menyalurkan ke lokasi yang tepat.
Semoga bisa bermanfa’at untuk semua.
Aamiinn
.::he509x::.
sido ke tempet GOLDA lagee?
wakakakakak
ada fotoku disini
*starred*
[...] yang bersangkutan: 1000buku dan cerita [...]
Waaaaww…
keluarga Mbak 9olda sungguh pecinta buku
salute!
kerennnnn.. buku sebanyak ituuuuuu..